MAINTENANCE

          Mataku menyisir perlahan pada meja belajarku. Disitu berjajar barang-barang diantaranya krim pagi, krim malam, krim refreshing, bedak wajah powder, baby powder, face cleansing, body lotion, deodorant, parfum, lipstick, kotak berisi bros, peniti, jepit rambut dan sisir, yang didekatnya ada kaca yang cukup besar. Hmm… ternyata perkakas maintenance itu banyak juga ya.. ahaha… kayak komputer aja pakai kata maintenance. Belum lagi di kamar mandi ada facial foam dan lulur mandi. Harap maklum ya bagi pembaca yang mungkin belum terbiasa dengan barang-barang diatas. Barangkali belum cukup usia sehingga belum memerlukannya... ^_^. Atau mungkin memang tidak memerlukannya karena punya cara tersendiri dalam hal maintenance? Yah begitulah life style. Kalau boleh kubilang life style dalam rangka mensyukuri dan merawat karunia-Nya. Dalam rangka memenuhi kebutuhan dan fitrah hidup manusia, khususnya bagi seorang perempuan.

       Namun ada yang menjadi catatan penting ketika menggunakannya. Sebagai muslimah, hendaknya berhati-hati dengan yang namanya tabarruj. Alangkah indahnya ketika berhias itu ditujukan untuk menyenangkan suami tercinta dan kemudian sang suami pun jadi tambah sayang pada istri… duuh senengnya… (sayangnya gue blm pny suami ^_^).

          Tidak ada barang2 berupa perhiasan yang kugunakan, selain karena khawatir tabarruj juga karena yang kulakukan adalah dalam rangka maintenance, menyesuaikan dengan iklim tropis di Indonesia, agar bisa survive dan tetap sehat. Karena menurutku, seorang perempuan ketika ingin terlihat cantik, tidak mesti harus menggunakan perhiasan berupa cincin, gelang atau kalung misalnya. Menggunakan make-up pun juga harus pakai perhitungan. Klo ketebalan ntar dikira mau manggung lagi, hehe.. Yang minimalis lah, yang penting kulit terlihat bersih, cerah dan sehat ^_^. Kemudian agar keringat dan bau badan tidak mengganggu teman2 disekeliling kita, maka persiapkan hardware maintenance tadi sejak pagi sehabis mandi, dan perkirakan agar bisa tahan lama hingga 8 jam. Tidak sampai terlalu wangi dan “mengganggu” orang lain tp cukup wangi dan nyaman untuk diri kita sendiri. Apalagi kalau parfumnya plus aromatherapy, wah yakin bisa bikin rileks deh…

            Nah bagi teman2 yang msh single nih, tidak ada salahnya kok kalau kita ingin tampil cantik. Lebih nyamannya sih tampil cantik di malam hari, di dalam rumah saat bersama ayah, ibu, saudara kita dan tentunya saat di depan cermin… haha gubrak..! Hardware yang satu ini nih yang nggak pernah bohong, karena menampilkan diri kita persis aslinya.. hehe.

          Hmm.. anyway.. semoga tulisan ini cukup bermanfaat dan menjadi perhatian bagi teman2 muslimah. Tak perlu menyertakan blash on, eye shadow, pensil alis, celak mata apalagi bikin bayangan hidung dan pakai bulu mata palsu. Minimalis aja deh, yang penting sehat, cerah & bersih.

RAHASIA KECANTIKAN ALAMI

22.17 by Sinta_Fabriela 0 komentar
            Semua manusia pada dasarnya menyukai keindahan, begitu juga dengan wanita. Acap kali, keindahan dikait-kaitkan dengan kecantikan. Banyak wanita yang rela mengeluarkan jutaan rupiah demi mengusahakan kecantikan dirinya. Dari mulai bleaching, waxing, smoothing, bonding, dan ing-ing yang lainnya lagi. Namun bagi yang kagak punya duit segitu banyak… melongo aja khan? Hehehe…
         Cantik dari luar memang perlu, namun cantik dari dalam memang penting banget… ^_^ Begitu juga dalam arti sebenernya. Mengkonsumsi beberapa hasil alam, hasilnya paten banget buat kecantikan. Okelah bagi yang percaya dengan produk-produk kecantikan instant dan praktis. Tapi tidak ada salahnya untuk memperhatikan rahasia kecantikan alami berikut ini, syukur-syukur bisa tertarik untuk kemudian menerapkannya.
 
·      Kulit Cerah
Rahasia alaminya : ikan, ayam, dan susu.
Bagus banget karena proteinnya bisa menjadi pelembab alami, dan bisa mengatur pigmen kulit.
·      Kulit Bersinar
Rahasia alaminya : jeruk, anggur, citrus, dan sayuran.
Bagus banget karena vitamin C-nya bisa mengontrol minyak di wajah, dan bisa melindungi kulit dari bahaya sinar matahari.
·      Pipi Segar
Rahasia alaminya : sayur buncis, kacang panjang dan orange juice.
Bagus banget karena folid acid yang terdapat di dalamnya bisa mengalirkan darah di sekitar wajah menjadi lebih “berwarna” dan segar.
·      Rambut Sehat
Rahasia alaminya : wortel, kentang, sayur-sayuran hijau, pisang, ikan dan ayam.
Bagus banget karena vitamin A-nya bisa melembabkan akar rambut, membuat rambut bersinar, menjaga kulit kepala biar nggak gatal-gatal dan kering.
·      Kuku Kuat
Rahasia alaminya : sayur-sayuran hijau kayak bayam dan kembang kol.
Bagus banget karena vitamin K-nya bisa menguatkan pertumbuhan kuku dengan melancarkan sirkulasi di sekitar kuku. Salah satu ciri kuku sehat : mengkilap dan tidak kusam.
·      Bibir Lembab
Rahasia alaminya : jamur, susu, sayuran hijau kayak bayam dan brokoli.
Bagus banget karena vitamin B2-nya bias mencegah iritasi pada bibir biar nggak kering dan pecah-pecah.
·      Gigi Sehat
Rahasia alaminya : susu, keju dan yogurt.
Bagus banget karena Kalsium dan vitamin D-nya yang terdapat di dalamnya bisa menguatkan gigi, menyehatkan dan mencegah gigi berlubang.

Ummu Sulaim untuk Abu Thalhah 2

22.11 by Sinta_Fabriela 0 komentar
            Mungkin sebagian orang yang membaca blog ini akan bertanya2, ngapain sih Sinta posting orang nggitar segala? Siapa orang itu? Sebenernya sih aku sendiri juga tidak tahu siapa sosok itu, asal ambil aja sih dari youtube.. hehe. Mungkin karena suka dengan petikannya, smoothly dan pas banget rasanya. Lantas kemudian apa hubungannya tulisan ini dengan judul diatas? Atau mungkin dengan postingan sebelumnya yaitu gitar akustik tadi? Setelah sekian lama dirancang akhirnya baru sekarang tulisan ini bisa di posting. Tujuannya adalah untuk mengklarifikasi postingan akustik itu, juga untuk meneruskan tulisanku dengan judul yang sama pada bagian 1. Dikarenakan ada kaitannya, maka kutulis dalam satu postingan ini.

             Ayat-ayat Cinta. Sebuah film layar lebar yang cukup menggebrak dunia perfilman karena mengisahkan cerita Islami yang ‘berbeda’. Mengapa kubilang berbeda, adalah karena diangkat dari sebuah novel yang ditulis oleh seseorang yang faqih terhadap ilmu agama. Film ini Alhamdulillah bisa menggambarkan karakter Islam yang mungkin bagi sebagian orang masih dianggap aneh dan sulit diterapkan di Indonesia. Walaupun menurutku ada kekurangan juga dalam film garapan Hanung itu. Tapi aku tetap ingin berterimakasih padanya karena dengan melihat film itu, masyarakat Indonesia menjadi lebih welcome dengan jilbab lebar, dengan sistem ta’aruf dan tata cara pernikahan Islami. Lantas dengan poligami-nya? Hmm.. kalau untuk yang satu ini no comment deh, belum ada minat untuk membahasnya.

             Ternyata Ayat-ayat Cinta (AAC) ini selain berdampak positif tadi, juga berdampak pada impian dan harapan para pemuda-pemudi Indonesia, efeknya bisa positif bisa juga negatif. Novel maupun film AAC menjadi sangat menarik karena menampilkan sosok-sosok hebat yang akhirnya menjadi idola banyak orang. Gambaran karakter yang sengaja dibentuk adalah sosok lelaki berkarakter kuat dengan segala kelebihannya yang mungkin mendekati sempurna untuk ukuran orang zaman sekarang (bukan di zaman Nabi). Sedangkan untuk sosok wanitanya juga begitu, cantik, shalilah, kaya, apalagi yang kurang?

             Maka pada saat kedua sosok yang sama-sama ‘indah’ itu bertemu dalam ikatan pernikahan, pastilah akan banyak orang tersihir dan lantas mendambakannya. Ini fakta yang kuhimpun dari pendapat teman2. Mungkin memang tidak ada salahnya ketika kita menginginkan kebahagiaan dengan hal2 yang kita fikir dapat membahagiakan kita. Namun juga perlu diingat, tidak semua hal yang kita inginkan dapat terwujud, termasuk dalam hal yang satu itu. Kalaupun ada yang berhasil mendapatkannya, mungkin tidak sebanyak yang tidak mendapatkannya. Relatif memang, karena ini bukan menjadi ukuran yang pasti seperti pastinya sebuah rumus matematika. Maka dikarenakan sifatnya yang relatif itulah, semoga kita bisa menyesuaikannya dengan ukuran kita dan tentunya dengan sesuatu yang disyariatkan Allah. Maka se-kufu menjadi salah satu pertimbangan yang diajarkan selain dengan pertimbangan2 yang lain tentunya.

           Nah, terus bagaimana dengan Ummu Sulaim? Kukira dia juga akan berfikir dan menginginkan sosok pendamping yang dapat membimbingnya menuju sukses dunia akhirat. Perbedaannya adalah, Ummu Sulaim siap dengan perjuangan yang harus dia perjuangkan pada start awal pernikahannya. Kalau pada zaman itu orang yang memeluk Islam masih sedikit sehingga tantangan yang datang pada Ummu Sulaim adalah orang yang melamarnya belum beragama Islam, maka jika boleh kuibaratkan dengan zaman modern sekarang ini, tantangan yang datang adalah sosok pelamar yang belum terlalu paham terhadap agama. Ataupun jika sudah paham, maka bisa jadi ada perbedaan pada pola fikir, visi misi dan pada cara dakwah yang dilakukan. Nah loh… adakah yang pernah mengalaminya? ^_^

             Memilih pasangan hidup itu tidak seperti memilih pekerjaan yang ketika sudah tidak cocok bisa dengan mudah berganti pada yang cocok, atau ibarat sebuah kapal yang berlabuh di pantai, lalu nanti akan pergi lagi. Menikah adalah sesuatu yang sakral dan kita harapkan hanya terjadi sekali seumur hidup. Oleh karenanya, kita akan menjadi sangat berhati-hati ketika memilih dan menerima. Dengan menentukan visi dan misi menikah insya Allah jalan akan terasa lebih terang dan terstruktur, tentunya dengan senantiasa menyertakan Allah pada setiap pilihan2 dalam hidup kita. Sesungguhnya kita telah sadar bahwa diri kita ini begitu lemah dan senantiasa butuh pertolongan dari-Nya. Allah akan selalu mendengarkan doa hamba2-Nya jika hamba-Nya pun mau mendengarkan-Nya.

             Sedangkan aku, mungkin belum sehebat Ummu Sulaim. Wallahu a'lam. Maafkanlah aku.

Acoustic Ayat-ayat Cinta - Rossa

Ummu Sulaim untuk Abu Thalhah 1

              Pada suatu hari dalam perbincangan yang cukup serius, seseorang menyampaikan bahwa ia sebenarnya tahu kalau 'kalian' itu pasti berharap untuk dapat bersanding dengan seseorang yang dapat membimbing 'kalian'. Mendapatkan seseorang yang lebih faqih dalam agama, yang lebih baik bacaan Qur'annya, yang lebih baik akhlaknya, yang lebih bijak dan lebih dewasa. Pokoknya yang serba lebih baik dari 'kalian'. Karena kalian punya harapan bahwa dia akan bisa membimbing keluarga. Namun bagaimanakah jika yang terjadi tidak demikian? Bagaimana jika ternyata kalianlah yang harus membimbing suami dan mengajarinya mengaji? Jika kenyataannya jodoh yang ditakdirkan Allah untukmu adalah demikian, apakah kau akan merasa tidak ikhlas?
            Sesungguhnya tidak kemudian orang yang belum berpotensi di awalnya akan tetap terus seperti itu. Yakinlah bahwa hidayah itu ada di tangan Allah. Bahwa kewajiban berdakwah di keluarga itu tidak hanya di pundak suami. Ketahuilah bahwa belum tentu apa yang menurut kita baik, baik pula untuk kita, dan sesuatu yang kita anggap buruk untuk kita bisa jadi baik untuk kita. Bersiaplah jika ternyata apa yang kalian harapkan selama ini belum sepenuhnya terwujud ataupun belum bisa dengan cepat terwujud. Karena atas usaha kalian jugalah rumah tangga dapat terus sakinah mawaddah warahmah.
             Ohh.. Ya Rabb.. Sempat tertegun sejenak dan tidak menyangka akan terlintas hal seperti itu. Idealisme diri yang terangkai seiring berjalannya waktu seolah hampir runtuh. Apalagi saat masih berstatus diri sebagai mahasiswa. Identik dengan idealisme tinggi dan visioner dengan sejuta impian. Dalam hati kecil kami masih berharap bahwa semoga hal demikian tidak terjadi.
            Ya Allah, namun jika ternyata memang Engkau takdirkan yang demikian, maka semoga itu memang baik untuk kami. Dan pembicaraan itupun tidak berhenti sampai disitu.
              Coba tengoklah perjuangan Ummu Sulaim ketika bersuamikan seorang Abu Thalhah. Ketika datang Abu Thalhah melamar Ummu Sulaim, Ummu Sulaim menjawab, “Wahai Abu Thalhah, orang sepertimu tidak pantas ditolak, sayang engkau kafir dan aku seorang muslimah, aku tidak mungkin menikah denganmu.” Abu Thalhah menjawab, “Bukan itu maksudmu kan?”. Ummu Sulaim berkata, “Lalu apa maksudku?” Abu Thalhah menjawab, “Emas dan perak, kamu memilih orang yang beremas dan berperak lebih dariku” Ummu Sulaim berkata, “Aku tidak berharap emas dan perak, aku ingin Islam darimu. Jika kamu masuk Islam maka itulah maharku, aku tidak minta yang lain.” Abu Thalhah menjawab, “Siapa yang menunjukkan Islam kepadaku?” Ummu Sulaim menjawab, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.” Lalu Abu Thalhahpun mencari Rasulullah dan bersyahadat dihadapan beliau.
             Dengan dukungan sang istri yang teguh dan pantang menyerah, maka Abu Thalhah pun menjadi seorang muslim yang melejit potensi kebaikannya, jauh dari yang dibayangkan. Ummu Sulaim berhasil menyulap suaminya menjadi mujahid yang setia pada rasul-Nya. Dukungan terbesar yang diberikan Ummu Sulaim untuk Abu Thalhah adalah ketika ia mengandung seorang anak yang kala itu suaminya tengah mendampingi Rasulullah dalam sebuah perjalanan. Maka Ummu Sulaim tak ingin kalah dalam berjihad, ia tetap mendampingi suaminya sebagai bentuk dukungan, yang kemudian di tengah perjalanan Ummu Sulaim merasakan tanda-tanda persalinan. Subhanallah. Ternyata memang sampai demikian ya perjuangannya..? Sungguh itulah teladan dari seorang muslimah yang muslihah.
              Begitulah, ketika ternyata... Allah menakdirkan kalian mendapatkan suami yang masih butuh  dibimbing, maka jadilah seperti Ummu Sulaim. Teguhlah seperti Ummu Sulaim. Bantulah Abu Thalhahmu menjadi Abu Thalhah yang kuat dan menghamba penuh hanya pada-Nya. Itulah bentuk dari jihadmu.
             Ya Allah.. Ya Rahman, pilihkan pada kami sesuatu yang membuat Engkau memilih kami sebagai hamba yang bersyukur dan bersabar. Jadikan setiap langkah perjalanan hidup kami langkah yang sesuai dengan pilihan-Mu. Jangan Kau ragukan diri kami tuk memilih apa yang Kau tetapkan. Dan hadirkan keteguhan dalam diri kami agar tetap istiqomah melakukan sesuatu yang menjadi pilihan-Mu.

Sejuta Keindahan Malam

                 Malam hari, menyimpan pesona tersendiri bagiku. Udaranya yang lebih bersahabat mengajak badan kita untuk lebih rileks, membuat kita bisa beraktifitas dengan lebih santai dibandingkan dengan siang hari. Angin malam yang terhalang oleh dinding tetap terasa sejuk menyentuh kulit, karena ianya menelisik pelan melewati ventilasi jendela kamarku.
                 Jari-jarikupun terasa lincah menari diatas keyboard, mengisahkan apa saja yang terlintas di hati dan fikiran. Sejenak berlari kembali ke masa yang telah lampau, namun seketika melompat tinggi ke masa depan, yang tersusun dari jutaan impian kesuksesan kehidupan mendatang. Karena malam, dan hanya di saat malam.
                Malam dengan sejuta kemisteriusannya tetap menjadi menarik bagiku, karena dengan Allah ciptakan malam, maka berjuta-juta hamba yang selalu sibuk di siang harinya, bisa mendekat lebih dalam kepada Rabb-Nya. Juga bagi sebuah keluarga yang terpisah ketika di siang harinya, menjadi sakinah-lah mereka dengan saling bertatap di malam harinya.
                Menghabiskan waktu malam dirumah saja merupakan hal yang sudah biasa bagiku. Bagi sebagian orang mungkin terasa membosankan, apalagi jika malam minggu tiba namun hanya dirumah saja. Akan tetapi bagiku ini adalah sebuah keharusan yang telah dibiasakan sehingga tidak terasa berat menjalaninya. Dengan cinta dan karena mengharap cinta, maka segalanya menjadi mudah. Karena teringat akan cinta dan berkorban untuk cinta, maka terasa indah pengorbanan itu.
                 Kutatap wajah kedua orangtuaku dengan cinta dan penuh doa-doa. Mengalirkan rahmah yang begitu dalam. Melakukan hal-hal yang sederhana dengan kekuatan luar biasa. Maka menjadilah aktivitas itu benar-benar luar biasa. Mengusap wajah dan mencium kening ibu dengan sederhana, memijat kaki dan bahu ayah dengan bersenda gurau, membangkitkan nilai tersendiri bagi kedalaman hidup seorang anak yang ingin shalihah. Seseorang yang berharap dapat memudahkan jalan kedua orang tuanya melangkah menuju surga. Amin.

k.a.s.i.h

Seseorang yang penuh sifat kasih yang berasal dari dalam dirinya,
tidak tergantung terhadap keadaan di luarnya...

Di dalam dirinya hanya ada kasih...
di luarnya hanya berupa ungkapan kasih...
dan dia yakin akan dibimbing oleh kasih...